Question of (my) Life

Aku percaya pada ajaran agamaku karena aku telah mempelajarinya secara mendalam dan mengimani ajarannya. Disisi lain, orang lain pun percaya pada ajaran agamanya karena mereka juga telah mempelajari agamanya secara mendalam.

Belakangan ini aku sering berpikir, apakah ajaran agamaku adalah ajaran yang BENAR? Pertanyaan ini muncul karena pengetahuanku tentang ajaran agama lain belumlah banyak. Begitu juga dengan orang-orang diluar sana. Apa kita percaya pada ajaran agama tertentu karena telah membandingkan dengan ajaran yang lain, dan yakin kalau ajaran agama itu lah yang benar dan lengkap? Atau kita hanya pernah mempelajari satu ajaran agama dan langsung mempercayainya? Atau (kalaupun mempelajari ajaran yang lain) apa kita sudah mempelajari ajaran-ajaran itu dengan benar?

Aku tahu, benar atau salah menurut pendapat manusia adalah persoalan persepsi. Namun aku yakin, benar dan salah menurut Tuhan adalah mutlak, bukan lagi persepsi. Jadi, pasti ada yang BENAR menurut Tuhan, kan?

Dengan keterbatasan pengetahuanku tentang semua agama saat ini, aku masih yakin dengan ajaran agamaku. Semua pertanyaan-pertanyaanku masih selalu bisa dijawab dengan memuaskan, tidak menggantung.

Tapi, pertanyaan itu masih berputar2 terus di otakku. Berarti, aku masih harus belajar lebih banyak lagi.

Aku nulis ini tidak untuk menyinggung ajaran agama manapun ya. Ini hanya pertanyaan eksistensialis yang muncul di otakku ini.

Bdw, pertanyaan eksistensialis kayak gitu, boleh kan dicari jawabannya? Hahahaha.

Saya adalah manusia yang tidak pernah puas dengan pembelajaran.

Kapten Lani (via princesschero)

True

Duabelasmaretduaributigabelas

Bahkan nilai A untuk semua mata kuliah di semester 2 pun tak membuatnya bergeming. Kurang apa lagi coba? Setinggi itu kah target yang kau buat untukku?
Sakit sekali rasanya melihat responmu terhadap usaha yang sudah kulakukan dengan tangisan ini.

Papa : Kalo km udah lulus, jatah kesehatanmu udah abis loh, mbak. Jadi cepetan sebelum pertengahan taun ini.
Aku : Masih bisa sampe Februari taun depan kok, pa. Paling nggak sampe akhir taun ini.

Duamaretduaributigabelas

I miss that falling-in-love feelings..

Good Things Bad Things

Setelah menjalani relasi pacaran selama hampir 2,5 tahun, aku jadi berpikir kalau menjadi jomblo bukanlah sesuatu yg buruk.
Menyenangkannya punya pacar adalah jadi ada satu orang tempat mencurahkan segala isi hati dan pikiran, berdiskusi, saling membantu dan dibantu. Itu menyenangkan sampai dititik aku bisa menebak respon2nya padaku. Semuanya jadi seperti sudah otomatis. Plus rutinitas2 yang ‘wajib’ dilakukan orang pacaran, seperti jalan2 pas malam minggu, nonton bareng, makan bareng, dll.
Nah, ini lah titik menyenangkannya menjadi jomblo. Waktu jomblo, fluktuatif emosi lebih dahsyat karena dalam proses mendekati dan didekati segala emosi terlibat. Deg2an, berbunga2, khawatir, takut, sedih, seneng, dann sebagainya. Dannn…itu menyenangkan lohh. Selain itu, pergaulan juga dengan sendirinya jadi lebih luas karena masih mau flirting kanan kiri. Selain itu, temen diskusi juga lebih banyak, bisa curcol kanan kiri, dan semua waktu yang ada bisa dikelola sendiri mau ngapain sama siapa.
Yeps, setiap tindakan dan keputusan memang ada konsekuensinya. Tidak
Ada yang perlu disesali.
Dann.. Aku senang dengan hubungan LDR ini! Aku bisa merasakan punya pacar dan jadi jomblo sekaligus! Eh, in a good way yaa. Waktuku tidak tersita banyak untuk pacaran, lebih banyak waktu untuk main dengan temen A,B,C dan tetep punya partner untuk saling berbagi! Menyenangkan bukan?

I’m so lucky having him in my live! Thanks God!

sasauncal:

:O
sayingimages:

The success indicator by Mary Ellen TribbyFollow this awesome Tumblr

Cerita dari Sukoarjo

Gak banyak orang seberuntung aku. Hidup senyaman saat ini.

Di satu tempat sana banyak orang berjuang utk hidup dan berusaha membayar kesalahan yang dilakukannya.
Ada orang-orang yang dengan keterbatasan yg dimiliki berusaha untuk bertahan dan melanjutkan hidup.
Ada orang-orang yang membutuhkan bantuan dan tidak tahu harus kemana.
Dan aku.. Tidak ada yang bisa kulakukan saat ini.

Sedih..merasa bersalah..kesal..

I wish someday i can do something for them..

Terimakasih, aku bisa berada disini. Mengajakku untuk tetap melihat kebawah, menyukuri keadaanku, dan menguatkanku untuk terus membantu sesama.

So true!!

So true!!

(Source: jneezholiczz)

Note to myself

Kesel banget rasanya ngeliat+ngedenger orang yang kerjaannya ngeluh muluk. Udah ngeluh, nyalahin lingkungan terus lagi. Udah dikasih masukan, tapi tetep aja gitu lagi gitu lagi. Udah dibantu, tapi tetep nanya hal yang sama. Kerjaannya bilang,” aduh gw bingung” tp giliran dikasih saran, besoknya bingung lagi dengan hal yang sama. Udah gitu, ngerasa diri paling merana didunia lagi. Ngerasa kalo masalahnya itu yang paling parah. Dipikirnya cuma dia doang yang punya masalah?!!

Kudu belajar sabar banget nih gw ngadepin orang kayak gitu. Kontrol muka, mimmm… Kontrol muka!!

Inget ya,mim! kalo orang ngomong itu didenger dan dipikir! Jangan sampe orang lagi kesel juga kayak kamu kesel ngeliat orang itu!